Menarik menyaksikan program “Mata
Najwa” di Metro TV malam ini (7/3)
ada topik “Skripsi Semu”. Menarik karena pertama, saya sudah selesai melewati
masa-masa skripsi, dan sudah di wisuda (25/2) kemarin. Kedua, karena masih
banyaklah kawan dekat saya yang belum selesai skripsinya, sehingga saya bisa
menggoda mereka dengan ‘cobaan’ skripsi yang harus mereka lewati. Hehe J
Skripsi bagi mahasiswa S1 adalah
sebuah tugas akhir sebagai syarat mendapat gelar sarjana. Skripsi menurut saya
harus dikerjakan secara mandiri, tidak perlu bantuan Joki atau Jasa pembuatan
skripsi. Baru-baru ini keluar surat putusan dari Dirjen Dikti Kemendikbud,
bahwa seorang mahasiswa jika ingin menyelesaikan S1, S2 dan S3 nya harus
membuat karya ilmiah (skripsi, thesis, disertasi) dan wajib memublikasikannya
melalui Jurnal, atau website di universitas masing-masing. Syarat itu berlaku
bagi mahasiswa yang akan lulus setelah bulan Agustus 2012.
Kadang sebagai mahasiswa ada
kesulitan dalam proses pengerjaan karya ilmiah tersebut, namun, banyak sekali
cara mahasiswa melewati masa-masa sulit itu. Tentunya dengan cara yang baik. Ada
pula yang menggunakan cara yang tidak
baik, seperti menggunakan jasa joki skripsi, dan cara-cara lain yang memudahkan
untuk mengerjakan tugas akhir. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa joki
skripsi ini pun tidak sedikit, berkisar 700 ribu hingga 1,5 juta, tergantung
kesulitan. Begitupun juga denga thesis dan disertasi, hingga puluhan juta
rupiah.
Seorang mahasiswa S1 pun setelah
selesai kuliahpun mungkin banyak yang tidak mengimplementasikan ilmu yang
didapatnya selama kuliah. Kemampuan mahasiswa berbeda-beda, beda dari segi
berfikir, beda dari segi keuangan, dll. Sampai detik ini, keputusan Dirjen
Dikti Kemendikbud, masih banyak perdebatan, masih banyak yang belum paham, dan
mungkin bisa menyesatkan. Bulan Agustus 2012 masih lima bulan lagi. Malaysia
pun masih jadi contoh untuk ukuran pendidikan kita di Indonesia. Hal lain
anggaran pendidikan masih belum menerapkan sampai 20% dari APBN/APBD nya di
beberapa daerah, misalnya Bali, tahun 2012 ini hanya menganggarkan 12,7 % saja.
Malaysia mungkin lebih besar anggaran pendidikannya ketimbang Indonesia, apakah
Kemendikbud juga akan mengeluarkan surat putusan mengenai anggaran pendidikan
yang lebih tinggi dari Malaysia???
___________________
Dari Lantai 2 di Sudut Ahmad Dahlan
103 Ngampilan Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar