Cerdas Mencerahkan

Rabu, 07 Maret 2012

Skripsi Semu, Pendidikan Semu


Menarik menyaksikan program “Mata Najwa” di Metro TV malam ini (7/3) ada topik “Skripsi Semu”. Menarik karena pertama, saya sudah selesai melewati masa-masa skripsi, dan sudah di wisuda (25/2) kemarin. Kedua, karena masih banyaklah kawan dekat saya yang belum selesai skripsinya, sehingga saya bisa menggoda mereka dengan ‘cobaan’ skripsi yang harus mereka lewati. Hehe J

Skripsi bagi mahasiswa S1 adalah sebuah tugas akhir sebagai syarat mendapat gelar sarjana. Skripsi menurut saya harus dikerjakan secara mandiri, tidak perlu bantuan Joki atau Jasa pembuatan skripsi. Baru-baru ini keluar surat putusan dari Dirjen Dikti Kemendikbud, bahwa seorang mahasiswa jika ingin menyelesaikan S1, S2 dan S3 nya harus membuat karya ilmiah (skripsi, thesis, disertasi) dan wajib memublikasikannya melalui Jurnal, atau website di universitas masing-masing. Syarat itu berlaku bagi mahasiswa yang akan lulus setelah bulan Agustus 2012.

Kadang sebagai mahasiswa ada kesulitan dalam proses pengerjaan karya ilmiah tersebut, namun, banyak sekali cara mahasiswa melewati masa-masa sulit itu. Tentunya dengan cara yang baik. Ada pula  yang menggunakan cara yang tidak baik, seperti menggunakan jasa joki skripsi, dan cara-cara lain yang memudahkan untuk mengerjakan tugas akhir. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa joki skripsi ini pun tidak sedikit, berkisar 700 ribu hingga 1,5 juta, tergantung kesulitan. Begitupun juga denga thesis dan disertasi, hingga puluhan juta rupiah.

Seorang mahasiswa S1 pun setelah selesai kuliahpun mungkin banyak yang tidak mengimplementasikan ilmu yang didapatnya selama kuliah. Kemampuan mahasiswa berbeda-beda, beda dari segi berfikir, beda dari segi keuangan, dll. Sampai detik ini, keputusan Dirjen Dikti Kemendikbud, masih banyak perdebatan, masih banyak yang belum paham, dan mungkin bisa menyesatkan. Bulan Agustus 2012 masih lima bulan lagi. Malaysia pun masih jadi contoh untuk ukuran pendidikan kita di Indonesia. Hal lain anggaran pendidikan masih belum menerapkan sampai 20% dari APBN/APBD nya di beberapa daerah, misalnya Bali, tahun 2012 ini hanya menganggarkan 12,7 % saja. Malaysia mungkin lebih besar anggaran pendidikannya ketimbang Indonesia, apakah Kemendikbud juga akan mengeluarkan surat putusan mengenai anggaran pendidikan yang lebih tinggi dari Malaysia???

___________________
Dari Lantai 2 di Sudut Ahmad Dahlan 103 Ngampilan Yogyakarta

Tidak ada komentar: