Cerdas Mencerahkan

Selasa, 14 Mei 2013

Keterkaitan antara Plot, Penokohan, dan Latar Dalam Novel Razonca Rumah Merah Kita


Analisis struktur, merupakan sarana awal bagi studi  lanjutan. Menurut Teeuw (dalam Sukada, 1987:31) analisis struktur terhadap sebuah karya sastra merupakan alat ukur  dalam setiap penelitian. Esensi pendekatan struktur karya sastra merupakan usaha untuk membaca dan memahami sebaik mungkin penggunaan kata (diksi). Setelah ketiga unsur, yakni plot, penokohan, dan latar, dianalisis maka tampak jelas  unsur-unsur itu saling berkaitan satu sama lain. Ketiga unsur tersebut di atas  merupakan unsur-unsur penting karena  secara konkret dapat  membentuk sebuah cerita yang padu dan utuh.

Novel ini mengawali ceritanya dengan  mengisahkan tentang kehidupan seorang pemuda sederhana bernama Zonca, anak si peternak sapi. Ia  melanjutkan kuliah memperdalam  Ilmu Peternakan di Koblem. Keinginan yang kuat ini tentu saja direstui  ayahnya karena mereka memiliki usaha peternakan di belakang rumah. Pada tahapan ini tokoh yang terlibat adalah Zonca (tokoh utama), Tuan Deriamsa (Ayah Zonca), Ibu Zonca, Somu (Adik Zonca). Latar tempat dan tahun kejadian yaitu di Jagze pada tahun dua puluh.

Selanjutnya, Zonca pun berkenalan dengan Verza dan Aria yang merupakan senior di kampusnya. Verza dan Aria inilah yang mengajak Zonca untuk ikut bergabung dengan organisasi bernama Rumah Merah. Tokoh-tokoh yang muncul yaitu Zonca, Aria, Verza, Ayah Aria, Nyonya Yelia Riasani (Ibu Aria), dan Umori (mantan kekasih Ariaseni). Latar tempat dan waktu kejadian adalan di Koblem pada tahun 21.

Pada tahap tengah, Zonca, Aria, dan Verza sepakat untuk membagi diri menjadi penyusup ke lumbung-lumbung pemberontakan untuk meredamnya dari dalam, menyamar dan menyadarkan masyarakatnya agar Sailon tetap bersatu. Zonca kembali ke Jagze, Aria tetap di Koblem, dan Verza kembali ke Balehoem. Setelah Verza pulang ke Balehoem, ia mendapat kabar dari media massa bahwa Aria adalah anak seorang menteri kesejahteraan rakyat. Hal yang sama sekali ia dan Zonca pun tidak mengetahuinya. Setelah itu Verza dan Zonca menganggap Aria adalah mata-mata pemerintah. Latar tempat dan waktu kejadian ialah di Balehoem pada tahun 23. Tokoh-tokoh yang terlibat yaitu Zonca, Aria, dan Verza.

Kemudian, pada tahap akhir, Zonca menjadi tokoh pemberontak dan berada di jajaran utama elit pemberontak. Sedangkan Verza ingin membawa Balehoem menjadi negara yang merdeka lepas dari Sailon. Sementara Aria masih kokoh berjuang membangun aliansi gerakan antidisintegrasi. Ketertutupan Aria dan kekerasan hatinya telah membutakan Verza dan Zonca, menjadikan persahabatan menjadi tidak sesempurna yang diinginkan. Berakhir sudah perjuangan aktivis Rumah Merah. Latar tempat tahapan ini yaitu di Pulau Jagze, Pulau Koblem, dan Pulau Balehoem. Tokoh-tokoh yang ikut terlibat yaitu Zonca, Aria, Verza, dan Komandan Andorasia.

Demikianlah keterkaitan antara plot, penokohan, dan latar. Unsur yang paling terlihat adalah keterkaitan pada setiap tokoh yang ada di dalam novel RMK. Keterkaitan tokoh timbul karena terdapat alur yang menciptakan konflik dan memunculkan tokoh-tokoh tersebut. Plot dan penokohan terjadi dengan didukung oleh latar. Ketiga unsur ini memiliki pengaruh besar dalam membangun cerita pada novel RMK, sehingga cerita tersebut saling berkesinambungan.

Tidak ada komentar: