Analisis struktur, merupakan sarana awal bagi
studi lanjutan. Menurut Teeuw (dalam Sukada, 1987:31) analisis
struktur terhadap sebuah karya sastra merupakan alat ukur dalam
setiap penelitian. Esensi pendekatan struktur karya sastra merupakan usaha
untuk membaca dan memahami sebaik mungkin penggunaan kata (diksi). Setelah
ketiga unsur, yakni plot, penokohan, dan latar, dianalisis maka tampak
jelas unsur-unsur itu saling berkaitan satu sama lain. Ketiga unsur
tersebut di atas merupakan unsur-unsur penting
karena secara konkret dapat membentuk sebuah cerita yang
padu dan utuh.
Novel ini mengawali ceritanya
dengan mengisahkan tentang kehidupan seorang pemuda sederhana
bernama Zonca, anak si peternak sapi. Ia melanjutkan kuliah
memperdalam Ilmu Peternakan di Koblem. Keinginan yang kuat ini tentu
saja direstui ayahnya karena mereka memiliki usaha peternakan di
belakang rumah. Pada tahapan ini tokoh yang terlibat adalah Zonca (tokoh
utama), Tuan Deriamsa (Ayah Zonca), Ibu Zonca, Somu (Adik Zonca). Latar tempat
dan tahun kejadian yaitu di Jagze pada tahun dua puluh.
Selanjutnya, Zonca pun berkenalan dengan Verza
dan Aria yang merupakan senior di kampusnya. Verza dan Aria inilah yang
mengajak Zonca untuk ikut bergabung dengan organisasi bernama Rumah Merah.
Tokoh-tokoh yang muncul yaitu Zonca, Aria, Verza, Ayah Aria, Nyonya Yelia
Riasani (Ibu Aria), dan Umori (mantan kekasih Ariaseni). Latar tempat dan waktu
kejadian adalan di Koblem pada tahun 21.
Pada tahap tengah, Zonca, Aria, dan Verza
sepakat untuk membagi diri menjadi penyusup ke lumbung-lumbung pemberontakan
untuk meredamnya dari dalam, menyamar dan menyadarkan masyarakatnya agar Sailon
tetap bersatu. Zonca kembali ke Jagze, Aria tetap di Koblem, dan Verza kembali
ke Balehoem. Setelah Verza pulang ke Balehoem, ia mendapat kabar dari media
massa bahwa Aria adalah anak seorang menteri kesejahteraan rakyat. Hal yang
sama sekali ia dan Zonca pun tidak mengetahuinya. Setelah itu Verza dan Zonca menganggap
Aria adalah mata-mata pemerintah. Latar tempat dan waktu kejadian ialah di
Balehoem pada tahun 23. Tokoh-tokoh yang terlibat yaitu Zonca, Aria, dan Verza.
Kemudian, pada tahap akhir, Zonca menjadi tokoh
pemberontak dan berada di jajaran utama elit pemberontak. Sedangkan Verza ingin
membawa Balehoem menjadi negara yang merdeka lepas dari Sailon. Sementara Aria
masih kokoh berjuang membangun aliansi gerakan antidisintegrasi. Ketertutupan
Aria dan kekerasan hatinya telah membutakan Verza dan Zonca, menjadikan
persahabatan menjadi tidak sesempurna yang diinginkan. Berakhir sudah
perjuangan aktivis Rumah Merah. Latar tempat tahapan ini yaitu di Pulau Jagze,
Pulau Koblem, dan Pulau Balehoem. Tokoh-tokoh yang ikut terlibat yaitu Zonca,
Aria, Verza, dan Komandan Andorasia.
Demikianlah keterkaitan antara plot, penokohan,
dan latar. Unsur yang paling terlihat adalah keterkaitan pada setiap tokoh yang
ada di dalam novel RMK. Keterkaitan tokoh timbul karena terdapat
alur yang menciptakan konflik dan memunculkan tokoh-tokoh tersebut. Plot dan
penokohan terjadi dengan didukung oleh latar. Ketiga unsur ini memiliki
pengaruh besar dalam membangun cerita pada novel RMK, sehingga
cerita tersebut saling berkesinambungan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar